Itu kesan gue di asrama hari ini, tepatnya sore hari menjelang gue terkapar.
Sore itu di lantai 6...
"Tanteeeeeeeeeeeeeeeeee . . Gue kangen lo!" suara Kiki ngebuat gue flashback jaman SMA.
"Sama Ki, gue juga!" agak sedih gue menanggapinya.
Kami bercerita, menggila (dalam keadaan seadanya, style tidak menunjukkan mahasiswi SAMSEK! 😁) Tiba-tiba di tengah cerita kami, ada PELANGI! So sweet... (mungkin pelangi itu ingin menambah latar haru mendukung situasi cerita kami).
Malamnya, sekedar menenangkan diri, gue mau blogging ceritanya, tiba-tiba...
"Jiiiii... (pake J, bukan Z), Erika mana?" seseorang datang, mencari Erika. Erika-teman sekamar gue-tidak ada disini dari tadi.
"Ntah," gue menjawab singkat. Dalam hati gue membatin, seperti akan ada keanehan yang terjadi, my feeling too bad to be true. Dan benar saja, dia datang duduk di samping gue tepat, belum permisi bahkan, mengejutkan memang!
Kekocakan & kekonyolan itu step by step terjadi menimpa diri gue malam ini, karena kedatangannya.
Dia asyik sama laptop gue, sedangkan gue asyik ngunyah makanan yang ada di hadapan gue, entah tiba-tiba ada banyak makanan aja di meja, konyol memang. Gue pun nggak inget ini gue beli makanan kapan, atau buruknya, ini makanan bukan punya gue jangan-jangan.
"Ji, tolong ambilin pilus dong," udah mulai aneh firasat gue. Gue ambilin, dia mengambil sedikit. Gue pikir cukup, ternyata ...
"Dibuka dong itu pilusnya satu lagi. Mau lagi akunya," ucapnya datar. Deg!!! Request? Oke gue biarin, toh, itu pilus bukan punya gue. Gue pake hand spray, dia minta, tapi pake acara nuduh dulu,"ini air putih ya?" tanyanya karena tidak berlabel botol spraynya.
Sambil ngemil, gue bantu dia nyelesain tugasnya, dia terharu tenyata. Dia merangkul gue, tapi caranya salah! Dia pegang leher gue dengan tangan polosnya, gue kegelian dan ... GUBRAKKKKKKK!
Gue terpeleset, jatuh dari tempat duduk gue, terkapar di kursi, dan lo tau kondisi dia gimana? Yak betul, TERSUNGKUR! Dengan posisi satu tangan memegang cangkir kosong, tangan satunya lagi menahan badan, dan posisinya dramatis banget banget! Satu kakinya di kursi, satunya lagi di lantai, kayak posisi split, tapi nggak jadi (?) dan dia ngakak nggak berhenti. "Lu mau ngapaiiinnn???" tanya gue sambil beranjak bangun. "Gue mau ambil air minum, tapi karena jatuh gara-gara lu, jadi tumpah airnya."
Fun factnya, air tumpahannya kena teman gue yang lagi tidur di kasur (bersebelahan sama meja), terbangunlah dia dalam keadaan basah kuyup.
Gue ngebatin, udah ngebuat gue jatuh, numpahin air, ngebecekin kamar gue, segala kuyupin teman gue yang lagi tidur pula!
KONYOL!
Sampe gw nulis cerita ini, anak itu masih stay di kamar gue, nggak berniat pergi meski sudah terjadi serentetan insiden karenanya. :( Good luck deh for me! :"
Gue terpeleset, jatuh dari tempat duduk gue, terkapar di kursi, dan lo tau kondisi dia gimana? Yak betul, TERSUNGKUR! Dengan posisi satu tangan memegang cangkir kosong, tangan satunya lagi menahan badan, dan posisinya dramatis banget banget! Satu kakinya di kursi, satunya lagi di lantai, kayak posisi split, tapi nggak jadi (?) dan dia ngakak nggak berhenti. "Lu mau ngapaiiinnn???" tanya gue sambil beranjak bangun. "Gue mau ambil air minum, tapi karena jatuh gara-gara lu, jadi tumpah airnya."
Fun factnya, air tumpahannya kena teman gue yang lagi tidur di kasur (bersebelahan sama meja), terbangunlah dia dalam keadaan basah kuyup.
Gue ngebatin, udah ngebuat gue jatuh, numpahin air, ngebecekin kamar gue, segala kuyupin teman gue yang lagi tidur pula!
KONYOL!
Sampe gw nulis cerita ini, anak itu masih stay di kamar gue, nggak berniat pergi meski sudah terjadi serentetan insiden karenanya. :( Good luck deh for me! :"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar