Baik alhamdulillah. Disana gimana? respons gue, standard.
Baik Teh alhamdulillah. Teh, nanti kalau Uqon ke Malaysia, mau nitip apa? Adik gue mulai serius.
Alhamdulillah, adik gue berhasil lolos seleksi Scrabble Competition tingkat Provinsi untuk seleksi lanjutan di Asia Tenggara, yang tahun ini diselenggarakan di Malaysia. Waktu gue pulang, gue sempat meyakinkannya kalau dia bakal lolos. Gue berdoa, ALLAH SWT Maha Mengabulkan doa.
Teh, Uqon lolos seleksi. Kira-kira begitu isi pesannya, saat adik gue mengirimkan pengumuman seleksinya.
Gue tersadar kembali setelah menerima pesan singkat itu. Adik gue tetap peduli sama gue, ditengah kesibukannya, seberapa jauh jarak memisahkan kita, selalu dia yang bertanya kabar duluan dan ingat hari penting gue. Mungkin terdengar sepele, tapi gue merasakan "real sibling" itu karena dia.
"Teh, lu jangan bandel. Kasihan Bapak Ibu pusing liat lu kek gini," dia nasehatin gue pas tahu momen pertama kali gue pacaran.
Gue mikir, adik gue aja peduli ama gue karena khawatir sama gue biar nggak dimarahin orangtua kami. Dilain waktu...
"Lu ni cewek. Jangan bergaya kek cowok, dilaknat ALLAH SWT lu ntar, masuk neraka," ucap adik gue saat gue lagi "tomboy".
Ada lagi pas makan bareng keluarga, "Dihabisin nasi di piringnya, jangan sisa. Kasihan fakir miskin." Gw tertohok.
Awalnya, gue berkilah karena mungkin dia laki-laki satu-satunya dari empat bersaudara. Jadi lebih logis dan realistis. Tapi perkiraan gw meleset! Kamarnya lebih rapi dari kamar gue (ups). Dia hemat super tingkat dewa menurut gue. Dia nggak pernah minta sesuatu apapun dari orangtua kami. Sampe suatu hari...
"Ma, Uqon tu beliin sepatu, kasihan tu udah jebol," gw ngadu waktu gue nemuin di rak sepatu.
"Iya. Uqon emang gitu. Nggak pernah mau bilang kalau ada apa-apa. Makanya kita yang harus rajin ngontrol, barang apa aja punya dia yang udah nggak layak pakai buatnya" urai nyokap gue.
Gue geregetan. Mau marah ama dia, tapi perbuatan dia mulia. Mau netesin air mata, tapi gue keliatan banget cengengnya ntar (jaim dikit). Akhirnya, gue hanya bisa berdoa...
"YA ALLAH, mudahkanlah segala urusannya. Bimbinglah langkahnya di jalanMu. Jadikanlah ia salah satu manusia shaleh diantara manusia-manusia pilihanMu Ya ALLAH, karena dia pantas mendapat ridhoMu." Aaaamiiinn .. :)
> for Muhammad Furqon, keep Fighting in Malaysia. ALLAH is always by your side!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar